Tampilkan postingan dengan label International. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label International. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 April 2011

DUNIA

22-4-2010: NASA Tampilkan Foto Matahari
Gambar matahari secara dekat ini belum pernah disaksikan sebelumnya
Jum'at, 22 April 2011, 08:05 WIB
Enggar Swasono
Foto letupan matahari yang diambil dari satelit NASA (AP Photo/NASA)

Tepat setahun yang lalu, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mempublikasikan foto pertama hasil jepretan sebuah satelit baru yang didesain untuk mempelajari matahari.

Satelit Solar Dynamics Observatory (SDO) mulai menampilkan rangkaian gambar yang belum pernah disaksikan sebelumnya, diantaranya sebuah foto close-up dari permukaan matahari dan gambar beresolusi tinggi dari lidah api matahari.

Satelit SDO diluncurkan pada 11 Februari lalu dengan tujuan memberikan informasi mengenai aktivitas matahari dan memprediksi kemungkinan terjadi badai matahari suatu saat nanti.
"Foto awal ini menunjukkan matahari yang dinamis yang belum pernah saya lihat dalam lebih dari 40 tahun penelitian matahari," kata direktur Heliophysics Division NASA, Richard Fisher, seperti dikutip dari laman harian Herald Sun.

"SDO akan mengubah pemahaman kita mengenai matahari dan proses matahari yang mempengaruhi kehidupan kita dan masyarakat. Misi ini akan memiliki dampak besar bagi ilmu pengetahuan, mirip dengan dampak dari teleskop Hubble dalam astrofisika modern," lanjut Fisher.

Fisher menambahkan, satelit SDO beroperasi dengan sempurna. SDO membawa tiga paket instrumen yang salah satunya dirakit oleh Laboratorium Atmosfer dan Fisika Luar Angkasa. Dua instrumen lainnya dirancang oleh Lockheed Martin di Palo Alto, California.

SDO mengorbit Bumi sekali setiap 24 jam, mengirimkan data secara terus-menerus pada para ilmuwan ahli Matahari. SDO akan mengirimkan gambar dengan resolusi 10 kali lipat lebih baik dari kamera televisi tercanggih.

Churchill Rahasiakan UFO Perang Dunia

Alasannya, Churchill tak mau rakyat panik dan kehilangan keyakinan terhadap agama.
Kamis, 5 Agustus 2010, 10:53 WIB
Enggar Swasono
Tampilan UFO di film Independence Day (20th Fox Century)
 
Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill diduga sengaja merahasiakan insiden 'pertemuan' antara UFO dengan pesawat pembom milik RAF di atas perairan Inggris.

Dalam dokumen rahasia yang diungkap hari ini, Churchill beralasan, dia tak mau rakyat panik dan kehilangan keyakinan agamanya.

Churchill mengeluarkan keputusan itu di sela-sela rapat rahasia dengan komandan pasukan sekutu, Jenderal Dwight Eisenhower di sebuah tempat yang dirahasiakan di Amerika Serikat.

Hal itu adalah salah satu informasi dalam ribuan halaman file UFO yang dirilis Kamis ini secara online oleh Badan Arsip Nasional Inggris.

Sebanyak 18 file -- tertanggal 1995 sampai 2003, berisi 5.000 halaman laporan, surat, dan lukisan yang diambil dari korespondensi publik dan pertanyaan yang mengemuka di parlemen.
Dikisahkan, selama rapat rahasia, seorang pakar senjata menolak anggapan benda tersebut adalah misil. Sebab, benda itu di luar kemampuan teknologi di masa itu.

Ahli lainnya mengemukaan dugaan bahwa benda tersebut adalah UFO. Churchill lalu memerintahkan laporan itu dirahasiakan setidaknya selama 50 tahun -- demi mencegah kepanikan.

"Churchill dilaporkan telah mengeluarkan perintah: Kejadian ini  harus segera ditutup sementara,  karena akan membuat panik massa dan menghancurkan kepercayaan yang dibangun Gereja."

Tuduhan pada Churchill dikeluarkan salah satu cucu pengawalnya -- seorang perwira RAF yang mendengar langsung diskusi penutupan insiden UFO.

Cucu perwira RAF itu saat ini menjadi fisikawan di Leicester menyurati Kementerian Pertahanan pada 1999 meminta penjelasan atas insiden itu.

Pria yang tak disebutkan namanya itu saat ini sedang mengembangkan perangkat lunak (software) untuk "spacecraft thermal engineering".

Fisikawan itu  ingin menyelidiki ilmiah di balik insiden itu setelah kakeknya --  yang terikat dengan Official Secrets Act (kode etik kerahasiaan pegawai)--  tetap yakin bahwa benda itu teknologi rahasia sedang diuji oleh pihak asing.

Menurut cerita kakeknya pesawat RAF baru pulang dari misi pendudukan Eropa.

Di wilayah pantai Inggris, diduga dekat Cumbria, pesawat itu didekati UFO metalik yang bayangannya membuat sekitar pesawat gelap.

Para kru sempat mengambil foto benda aneh yang disebut 'melayang tanpa suara'.

Setelah menyelidiki klaim tersebut, seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan tidak cukup bukti.

Sebab, "file UFO sebelum 1967 telah musnah dihancurkan setelah lima tahun karena tak memenuhi unsur kepentingan umum saat itu.
Besar UFO Inggris Itu 20 Kali Lapangan Bola
Pesawat raksasa misterius yang besarnya '20 kali lapangan bola' terlihat pada tahun 1995.
Jum'at, 6 Agustus 2010, 12:00 WIB
Salah satu gambaran laporan UFO (Daily Mail)

Badan Arsip Inggris kembali membuka ribuan file tentang penampakan benda misterius di langit alias unidentified flying object (UFO), Kamis 5 Agustus 2010.

Salah satunya adalah penampakan pesawat raksasa misterius yang besarnya '20 kali lapangan bola' di atas Bandara Manchester, Inggris, Januari 1995.

Penampakan itu dilaporkan para saksi mata ke pihak militer setempat. Yang luar biasa, di hari yang sama, pilot British Airways melaporkan pesawatnya 'hampir meleset' saat ia mencoba mendaratkan Boeing 737 di landasan. Ini jadi bahan investigasi Departemen Pertahanan.

Laporan lain menyebutkan,  penampakan benda mirip cerutu di atas Lancashire pada Februiari 1977, serta pada Oktober 1980, dua petugas polisi yang melakukan patroli  di RAF Woodbridge, Suffolk, melihat obyek aneh yang bersinar dari dalam hutan.

"Deskripsi obyek tersebut, berwarna metalik, dan berbentuk segitiga. Benda ini memancarkan cahaya putih ke hutan di sekitarnya," demikian bunyi laporan tersebut, seperti dimuat laman The Sun.

Salah satu laporan yang paling menarik perhatian adalah keputusan Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill yang  sengaja merahasiakan insiden 'pertemuan' antara UFO dengan pesawat pembom milik RAF di atas perairan Inggris.

Dalam dokumen rahasia yang diungkap hari ini, Churchill beralasan, dia tak mau rakyat panik dan kehilangan keyakinan agamanya.

Churchill mengeluarkan keputusan itu di sela-sela rapat rahasia dengan komandan pasukan sekutu, Jenderal Dwight Eisenhower di sebuah tempat yang dirahasiakan di Amerika Serikat.
***
File yang kemarin diungkap juga menyebut bahwa penampakan UFO di Inggris pada tahun 1950-an mendapat tanggapan serius, bahkan didiskusikan oleh pejabat intelijen level tinggi.

Penulis 'The UFO files' dan dosen jurnalistik senior dari Sheffield Hallam University mengatakan, di tanggal-tanggal di file yang kemarin dibuka adalah saat di mana ketertarikan terhadap dunia paranormal mencapai puncaknya.

Apalagi, didukung sejumlah film fiksi ilmiah semacam 'The X Files' dan 'Independence Day'.

Sementara, Nick Pope, mantan pegawai Departemen Pertahanan Inggris yang menangani file UFO mengatakan, seberapa besar kepercayaan seseorang tentang keberadaan UFO, ada fakta-fakta yang harus dipertimbangkan.

"Mayoritas dari laporan penampakan UFO adalah kesalahan identifikasi benda, misalnya lampu pesawat atau meteor. Namun, sebagian kecil dari laporan tersebut sampai sekarang tidak bisa dijelaskan," kata dia, seperti dimuat Daily Telegraph.

Warna Pohon di Planet 2 Matahari

Sains & Teknologi
Warna Pohon di Planet 2 Matahari
Tanaman yang mataharinya redup, hitam karena menyerap seluruh panjang gelombang warna.
Selasa, 19 April 2011, 09:46 WIB
Enggar Swasono
Ilustrasi pepohonan berwarna hitam di planet dengan dua matahari. (space.com)

Dari penelitian terakhir, di planet asing serupa Bumi yang memiliki lebih dari satu matahari kemungkinan terdapat pepohonan dan semak belukar. Namun, warnanya tidak hijau seperti warna pohon dan semak-semak di Bumi, melainkan hitam.

Tetapi, kondisi itu tergantung pada partikel cahaya yang tersedia untuk fotosintesis, proses di mana tumbuhan mengonversi sinar matahari menjadi energi. Fotosintesis memproduksi oksigen yang pada akhirnya menyediakan kebutuhan mendasar bagi sebagian besar kehidupan.

“Jika planet ditemukan dalam sistem yang memiliki dua atau lebih bintang, kemungkinan akan ada lebih dari satu sumber energi yang cukup untuk mendorong fotosintesis,” kata Jack O’Malley-James, peneliti dari University of St. Andrews, Skotlandia, seperti dikutip dari Space, 19 April 2011.

James menyebutkan, temperatur dari bintang juga menentukan warnanya dan warna sinar yang digunakan untuk fotosintesis. “Tergantung pada warna dari sinar matahari mereka, tanaman akan tumbuh secara berbeda,” ucapnya.

Dalam penelitian, James dan rekan-rekannya menguji potensi akan adanya kehidupan fotosintetik di sistem multi bintang dengan kombinasi bintang serupa matahari dan red dwarf yang berbeda-beda. Bintang serupa matahari diketahui menampung exoplanet, sementara red dwarf merupakan tipe bintang yang paling umum di galaksi kita.

Red dwarf, nama lain bintang yang berukuran lebih kecil dan relatif lebih dingin, juga umum ditemukan di sistem multi bintang. Saat ini, astronom berpendapat bahwa bintang-bintang red dwarf cukup tua dan stabil untuk memberi kesempatan berkembangnya kehidupan.

Di Bima Sakti, lebih dari 25 persen bintang serupa matahari dan 50 persen red dwarf ditemukan di sistem tatasurya multi bintang.

Peneliti menggunakan simulasi komputer di mana planet serupa Bumi berputar mengelilingi dua bintang yang saling berdekatan atau mengitari satu dari dua bintang yang berjarak cukup jauh. Tim peneliti juga melihat kombinasi skenario lain di mana dua bintang yang berdekatan dan satu bintang yang lebih jauh.

Mereka menemukan bahwa planet yang mengorbiti bintang seperti itu kemungkinan memang menampung pepohonan yang sangat berbeda dengan tumbuhan hijau yang biasa kita lihat di Bumi.

“Tanaman yang mataharinya redup, misalnya, akan tampak hitam karena menyerap seluruh panjang gelombang warna yang terlihat demi memanfaatkan sebanyak mungkin cahaya yang tersedia untuk proses fotosintesis,” kata James.

Tanaman itu juga akan mampu menyesuaikan diri dengan bintang mereka. Jika dunia yang mereka tinggali memiliki dua bintang serupa matahari, mereka kemungkinan memiliki kemampuan untuk memblokir radiasi ultraviolet. Sama seperti beberapa tanaman yang tumbuh di Bumi.

Pada laporan yang diungkapkan di ajang pertemuan Royal Astronomical Society di Llandudno, Wales itu, James dan timnya juga memprediksi tumbuhan di planet seperti itu kemungkinan memiliki mikroba yang bisa bergerak untuk merespons letupan mendadak matahari itu. Namun demikian, penelitian ini baru merupakan prediksi karena ilmuwan belum menemukan bukti konkrit akan adanya bentuk kehidupan di luar Bumi.

Ditemukan, Dinosaurus Tertua yang Sakit Gigi

Peneliti menemukan bukti adanya infeksi gigi dan gusi yang parah pada dinosaurus itu.
Kamis, 21 April 2011, 18:01 WIB
Enggar Swasono
Fosil rahang dinosaurus yang mengalami sakit gigi. (livescience.com)
 
Seekor reptil yang hidup sekitar 275 juta tahun lalu di Oklahoma diperkirakan menjadi dinosaurus pertama yang mengalami cenat-cenut di mulutnya. Temuan ini memecahkan rekor milik seekor vertebrata darat lain (berasal dari 75 juta tahun lalu) yang juga punya masalah gigi.

“Temuan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan kita seputar penyakit gigi, tetapi juga mengungkapkan kelebihan dan kekurangan yang dihadapi makhluk tertentu saat gigi mereka berkembang untuk memakan baik daging ataupun tanaman,” kata Robert Reisz, peneliti dari University of Toronto Mississauga, Kanada, seperti dikutip dari LiveScience, 21 April 2011.

Sama seperti manusia, kata Reisz, temuan ini meningkatkan peluang terjadinya infeksi mulut pada dinosaurus. Selain itu, ada juga potensi untuk mengetahui penyebab kematian hewan tersebut.

“Muncul pertanyaan, apakah dinosaurus ini mati karena infeksi?,” kata Reisz. “Saat ini kita belum bisa memastikan. Akan tetapi, kemungkinan infeksi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi,” ucapnya.

Sebagai contoh, kata Reisz, sakit gigi seperti itu bisa mempersulit hewan untuk makan. “Dan jika Anda adalah seorang yang sangat tua seperti reptil ini, Anda sangat berpotensi untuk menjadi lemah dan kemudian disantap oleh predator lain,” ucapnya.

Adapun reptil yang dimaksud adalah Labidosaurus hamatus, dinosaurus yang hidup di kawasan Amerika Utara. Saat ditemukan, reisz dan rekan-rekannya mendapati bahwa ada gigi yang hilang serta terjadi kerusakan di tulang rahang hewan itu.

Dari ukurannya, diperkirakan hewan ini merupakan hewan yang sudah cukup tua untuk ukuran spesiesnya.

Setelah mengamati tulang tersebut dengan CT scan, tim peneliti menemukan bukti adanya infeksi parah yang menyebabkan hilangnya gigi, menyebabkan abses, dan kehilangan jaringan di tulang rahang.

“Tampaknya gigi hewan ini patah dan berhubung tidak tumbuh gigi pengganti, maka terjadi lubang,” kata Reisz. “Lewat lubang ini, bakteri mulut kemungkinan memasuki rahang dan kemudian merusaknya,” ucapnya.

SOMALIA PIRATE

Melawan Bajak Laut Somalia
Kapal Indonesia dan awaknya disandera perompak Somalia. Negosiasi atau aksi militer? 
 
Tiba pukul 11 siang. Kiki merasa ada yang ganjil di rumah itu. Ibu dan sang kakak cuma sekedar menyambut  Sesudah itu mereka diam. Lalu murung. Kiki tak bertanya ada apa gerangan. Perut lapar mengajak ke dapur. Siang itu dia makan dengan lauk dua rendang.
Sesudah itu dia masuk kamar. Membaca buku, lalu shalat Dzuhur pukul 12 siang. Belum lagi membereskan mukena, ibunya masuk kamar. Berusaha tenang dia menyampaikan. “Ayahmu diculik bajak laut di Somalia.”
Reski Judiana begitu nama lengkap Kiki semula tak percaya, lalu menangis histeris. Pecahlah tangisan di keluarga ini. Kiki, sang ibu juga abangnya, Rezka Judittya yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.
Sang ayah, Slamet Jauhari, adalah nahkoda Kapal Sinar Kudus berangkat ke Belanda Februari 2011. Kapal itu mengangkut nikel milik PT Aneka Tambang senilai ratusan miliar. Melaut dari Pomala Sulawesi Tenggara, kapal itu melepas jangkar terakhir di Rotterdam. Berpuluh hari di laut lepas.
Tanggal 11 Maret sang ayah sempat memberi kabar. Sudah tiba di Kolombo. Tak ada kabar buruk. Sampai tanggal 17 Maret dua orang tak dikenal bertamu ke rumah mereka di Ciledug Tanggerang. Mereka datang pukul 10 pagi. Di rumah itu cuma ada Rezka.
Dua tamu itu rupanya utusan PT Samudera Indonesia, pemilik kapal Sinar Kudus. Mereka lah yang berkisah soal aksi bajak laut di Somalia itu. Ketika sedang berlayar di 320 mil timur laut Pulau Socotra, Rabu pagi 16 Maret 2011, serombongan orang mengurung kapal itu.
Menumpang sejumlah speed boat, jumlahnya 50 orang. Menenteng senjata dengan moncong mengarah ke Sinar Kudus. Kapal itu memperlambat laju. Sekitar 30 perompak naik geladak. Ada yang nekat masuk lewat buritan.
Lalu ke ruang kemudi. Kendali kapal jatuh ke tangan perompak. Kabar pembajakan itu diketahui Samudera Indonesia di Jakarta sebab pada Sinar Kudus itu ada alat yang jika dipencet akan mengirim sinyal darurat ke kantor pusat.
Dari tengah laut, kapal itu dibawa ke pelabuhan. Lalu membuang sauh di tepi Somalia. Diparkir bersama 30 kapal lain yang sukses dibajak. Kapal-kapal yang dibajak itu milik sejumlah negara. Dua puluh Anak Buah Kapal (ABK) Sinar Kudus itu dicekam ketakutan. Para perompak minta uang tebusan US$2,6 juta dolar. Sekitar Rp22 miliar.
Lautan Samudera dan pemerintah Indonesia  berusaha berunding dengan para perompak soal uang tebusan itu. Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa menuturkan bahwa pemerintah juga tengah mengumpulkan segenap informasi tentang kondisi, lokasi kapal dan keadaan para awak.
Keluarga di sini menunggu cemas. Tak ada berita.  Anak-istri mereka berusaha mencari kabar ke sana ke mari. Juga mengunduh semua berita dari dunia maya.
Kiki, misalnya, rajin googling mencari berita soal para lanun itu. Menembus situs-situs asing di Afrika. Dari situ dia tahu bagaimana cara kerja para bajak laut itu. Juga gaya hidup mereka. Rajin menelusuri informasi itu membuat irama hidup mahasiswi ini berubah. “Semenjak pembajakan itu, saya tidur subuh hari, padahal kuliah jam 7,” kata mahasiswi Universitas Trisakti ini. Sulit memejam mata sebab cemas dengan keadaan sang ayah.
Ditunggu berhari-hari sang ayah menelepon. Senin 21 Maret 2011. Keluarga ini girang bukan kepalang. Tetapi sang ayah cuma bicara tiga suku kata. “Papa sehat, aman.” Ketika istrinya menyahut, telepon itu putus. Gembira bercampur penasaran. Sang istri balik menelepon. Senyap.
Belakangan diketahui bahwa sang ayah memakai telepon satelit yang dipinjamkan para lanun itu. Sesudah itu tak ada kabar berita lagi. Kiki kembali tenggelam di dunia maya. Mencari berita soal kasus ini, juga soal bajak laut. Kerap kali hingga subuh.
Sampai suatu pagi dia membaca berita soal keadaan para awak kapal itu. Persediaan makan dan minum nyaris tandas. Sejumlah orang diserang diare. Obat hampir habis. 

Tak sudi berdiam diri, Kiki menulis surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Surat itu diberi judul, “Pak Presiden tolong bebaskan ayah saya.” Kiki menuturkan bahwa dia sesungguhnya tak mau membuka kasus ini ke muka umum. Tapi, katanya, “Saya tak tahan melihat Ibu menangis terus.”
Surat itu dikirim ke sejumlah media massa tanggal 8 Agustus 2011. Dan semenjak itulah kasus ini riuh diberitakan di muka umum. Lalu muncul gerakan di situs jejaring soial. #FreeABKKudus di Twitter dan sejumlah gerakan lain. Pemerintah dihujat. Lamban membereskan kasus ini.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi I Bidang Luar Negeri, Effendi Choirie, menuduh  pemerintah terlalu lamban membebaskan para awak kapal itu. Negara, lanjutnya, memiliki kewajiban konstitusional melindungi warga. Dalam kasus ini, katanya, “Pemerintah lemah betul."
Sejumlah tokoh politik juga menuding pemerintah lamban. Tidak seperti sejumlah negara, seperti Malaysia dan Korea Selatan, yang sukses menyerbu para bajak laut ketika kapal mereka disandera. Kontroversi soal sikap pemerintah ini riuh dibahas.
Ramai diberitakan media massa, para bajak laut itu kian berkibar. Uang tebusan naik menjadi US$3 juta dolar. Jumlah uang tebusan itu lalu melonjak ke bilangan US$3,5 juta dolar.
Uang tebusan terus kian meroket, tapi kondisi para awak kapal terus merosot. Berhari-hari dalam situasi yang tak menentu dan tertekan, sejumlah awak kapal stres berat. Pencernaan terganggu. Adapula yang diare berat.
Kabar dari dalam kapal itu disampaikan Persatuan Pelaut Indonesia. Dalam siaran yang digelar di Jakarta, Senin 11 April 2011, Toto Sugianto, salah seorang kawan Slamet Jauhari,  menuturkan bahwa dia sempat berkomunikasi dengan Slamet. “Dia mengaku stres dan buang-buang air. Satu forment yaitu Riyadi kini dalam kondisi kritis,” kata Toto.
Slamet sempat berkomunikasi dengan Toto dan mengabarkan bahwa semua awak kapal berada di anjungan. Di situ ada 16 perompak yang bersiaga dengan senjata AK-47.

Bukan Cuma Soal Nyali
Dituding lamban hadapi para lanun itu, Presiden SBY membantah keras. Selasa 12 April SBY memangil sejumlah menteri. Mengatur jalan membereskan kasus ini.
Hadir dalam rapat ini Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Panglima TNI dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Presiden mengaku sudah cepat tanggap. “Begitu mendengar pembajakan di lepas pantai Somalia itu, kami langsung bekerja,” kata Presiden Yudhoyono. Ada dua pilihan. Negosiasi atau serang. Membayar tebusan atau menghela bala tentara. Dua pilihan ini ada untung ruginya.
Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana Agus Suhartono menegaskan bahwa tentara Indonesia mampu menumpas para bajak laut ini.   “Menumpas para pembajak itu, kami bisa,” kata Agus. Militer Indonesia memiliki unit khusus yang dilatih untuk situasi darurat. Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Indonesia sudah bersiap. Tinggal menunggu perintah. “Jika diperintahkan Panglima tentu kami siap,” kata Komandan Kopassus, Mayor Jenderal Lodewijk F Paulus.
Lampu hijau untuk menyerang juga sudah dinyalakan pemerintah Somalia. Duta Besar Somalia untuk Indonesia, Mohamud Olow Barrow menegaskan bahwa perairan Somalia bebas dimasuki siapa saja yang ingin memberantas para perompak.
Ketentuan itu sesuai dengan resolusi 1916 tahun 2008 yang diterbitkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). "Indonesia tidak perlu minta izin. Silahkan masuk dan bunuh saja preman-preman itu," ujar Barow
Tapi menyerang sama saja menaruh 20 awak kapal itu dalam mara bahaya. Ini jelas bukan perkara nyali belaka. Nyawa 20 awak kapal itu jauh lebih penting dari sekedar urusan nyali itu. Itu sebabnya, kata Presiden SBY, pemerintah bekerja diam-diam. Menghindari publikasi media, demi keselamatan para sandera. Jalan negosiasi terus ditempuh.
Repotnya negosiasi dengan para bajak laut itu kerap kali alot. Setidaknya ini menurut Wakil Presiden Direktur PT Samudera Indonesia, David Batubara. Dari data pembajakan sepanjang 2010, katanya, rata-rata waktu pembebasan 150 hari. “Waktu tersingkat 60 hari,” kata David. Jadi jika menempuh proses negosiasi bisa makan waktu 5 bulan.
Bahkan bisa pula lebih lama dari itu. Lihatlah kisah Aep Saepudin. Aep adalah awak kapal Taiwan, Win Far 161. Kapal itu disandera bajak laut Somalia, 6 April 2009. “Saya disandera selama 10 bulan,” kata Aep.
Bebas 22 Februari 2010, setelah pemilik kapal membayar tebusan.
Semula pembajak meminta US$9 juta dolar. Turun jadi US$3 juta. Dan pada akhirnya setuju dibayar US$700 ribu dolar. (Baca: 10 Bulan Disandera Lanun)

Bisnis Miliaran Rupiah
Perairan laut Somalia itu memang surga bagi para lanun. Di situ perompak seperti sepasukan serdadu. Memanggul senapan mesin. Membawa sekeranjang granat. Menghadang lalu membajak kapal. Sesudah itu dengan enteng meminta tebusan miliaran rupiah.
Geng bajak laut itu tumbuh subur semenjak sejumlah panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Baree tahun 1991. Sejak itu Somalia sering disebut sebagai negara gagal. Gagal dalam segala hal. Keamanan gagal, politik gagal, ekonomi gagal. Jumlah penganggur hampir sama besarnya dengan jumlah anggkatan kerja.
Perompak adalah lapangan kerja baru. Terutama bagi generasi muda. Abdulrashid Muse Mohammed, salah seorang gembong bajak laut di sana kepada Al Jazeera menegaskan, “Kami melakukan ini sebab kehidupan kami hancur, terutama sesudah pemerintah terguling.”
Kini menjadi lanun tampaknya bukan semata urusan kerja, tapi jalan pintas menuju kemewahan. Lihatlah Adani. Pemuda berusia 19 tahun ini hidup di jalanan Kota Bossaso.Seperti anak muda lain di negeri itu, Adani hidup dari kekerasan di jalanan.
Tapi semua berubah sesudah dia menjadi perompak. Dalam usia yang terbilang belia, Adani bergelimang harta. Uang miliaran, rumah megah dengan mobil mewah di garasi, plus wanita cantik yang siap diranjang. Dan dengar apa katanya, “Kau akan dihormati kalau punya uang.”
Para lanun bukan cuma menyulap hidup sendiri, tapi juga kota-kota kecil di pesisir Somalia. Dari ringkih menjadi gemerlap. Dari gelap menjadi terang. Jalan berbatu menjadi licin. Kesenjangan ekonomi di negeri ini mengangga lebar, antara mereka yang berhati baik dengan bajak laut yang bernyali  merompak.
Lihatlah kota Harardhere. Berpenduduk 6000 orang, ini ibukota bajak laut. Simbol kesuksesan sekaligus kegilaan para lanun. Harardhere adalah kota uang, seks, orgy dan nyawa dibandrol dengan harga murah. Desing peluru sering saban malam.
Meski usia terbilang muda, bajak laut umumnya memiliki tiga istri. Dan menikahi bajak laut adalah mimpi wanita kota itu. (Baca: Seks, Uang dan Narkoba).  Para perompak berusia belia itu juga sudah terbiasa bernegosiasi dengan perusahaan raksasa, bahkan dengan negara adikuasa seperti Amerika Serikat.
Mereka dengan gampang menaikkan uang tebusan, menurunkan lagi ketika tersudut atau proses negosiasi berjalan lamban. Itulah yang terjadi dengan kasus Aep. Semula minta US$9 juta dolar. Sepuluh bulan kemudian harga itu turun ke US$700 ribu dolar.
Para pembajak Sinar Kudus semula meminta US$2,6 juta, naik menjadi US$3,5 juta. Dan kemudian mereka bersedia menerima US$3juta dolar. Jumlah yang terakhir itu disanggupi Samudera Indonesia.
Kabar itu sungguh menyenangkan Kiki dan keluarganya di Ciledug. “Tentu itu berita gembira bagi kami,” kata Kiki.  Jika itu benar, lanjutnya, janji ayah untuk berkumpul bersama keluarga Mei nanti akan dilunasi.

OVERALL